SAMARINDA – Intensitas curah hujan di Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir ini cukup tinggi dan sempat menimbulkan beberapa titik tergenang. Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail mengimbau seluruh warga agar bisa bersabar dalam menghadapi kondisi tersebut. Sejauh ini pemerintahmenurut Wawali, bukannya tinggal diam, melainkan sudah mengupayakan langkah-langkah penanggulangan normalisasi drainase dalam kota, termasuk pula optimalisasi polder melalui pembersihan lumpur yang mengendap.
“Namun upaya ini tentu belum maksimal bila tidak dibarengi dengan kesadaran warga dalam ikut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Khususnya dalam menjaga kelancaran aliran parit maupun selokan agar tidak sampai terjadi penyumbatan oleh sampah-sampah yang menumpuk di dalamnya,” imbuh Wawali.
Ia juga berharap dalam menghadapi kondisi seperti saat ini akan tumbuh semangat gotong royong di tengah masyarakat terhadap kepedulian menjaga lingkungan, salah satunya melalui program Hijau Bersih dan Sehat (HBS). Selain itu, Wawali juga berharap adanya komponen yang memang berperan untuk bersama menanggulangi masalah banjir itu di Samarinda. Termasuk di antaranya kepatuhan dunia usaha, kesadaran masyarakat, dan tak lepas dari peran pemerintah yang terus melakukan pembinaan terhadap dua komponen tadi.
Begitu juga terhadap persoalan galian tambang, Nusyirwan menyebut pemerintah sejauh ini tidak segan-segan mencabut izin tambang yang memang terbukti tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, berkaitan dengan program pengendalian banjir di Samarinda pada 2012, Kepala Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda, Dadang Erlangga menyebut sejauh ini telah dipersiapkan beberapa kegiatan baik melalui serapan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim maupun langsung dari APBD Kota Samarinda.
”Melalui pemerintah provinsi cakupan kegiatannya meliputi perbaikan sistem Sungai Karang Mumus, Sungai Karang Asam Besarm dan Loa Bakung. Kegiatan ini sifatnya langsung dikerjakan sendiri oleh pemerintah provinsi,” jelas Dadang.
Sementara dari APBD Samarinda dalam program penanggulangan banjir telah teralokasi sejumlah kegiatan normalisasi beberapa sungai, seperti sungai Lempake sebesar Rp 179,4 juta, Sungai Siring Rp 182,2 juta, Lempake Jaya Rp 177,4 juta dan Muang Dalam Rp 178,8 juta.
”Sedangkan untuk wilayah dalam kota sub sistem pengendalian banjir akan dilakukan pada beberapa titik lokasi yaitu Jalan Sentoso, A Yani, Gelatik, dan Remaja dengan alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp 5 miliar,” ujarnya.
Ditambahkan dengan beberapa kegiatan normalisasi drainase, pembersihan polder hingga pengadaan mobil pengisap lumpur, studi kelayakan pengendalian banjir dalam kota (kanalisasi) dan inventarisasi kerusakan dan sedimentasi dalam kota. (hms8/3/ran)
sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=122202
Kamis, 05 Januari 2012
Hari Jadi Kota dan HUT Pemkot Samarinda
SAMARINDA - Bersama perusahaan telekomunikasi XL, Pemkot Samarinda pada 14 Januari 2012 akan menggelar tablig akbar yang menghadirkan ustaz kondang asal Makassar H Das’at Latif di Masjid Islamic Center. Menurut Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Kota Samarinda Erham Yusuf, kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-344 Kota Samarinda dan HUT ke-52 Pemkot Samarinda.
”Tablig akbar ini sengaja dikemas sebagai salah satu bentuk syiar agama, khususnya dalam peringatan hari jadi kota dan Pemkot Samarinda tahun ini, selain sejumlah agenda lain baik yang bersifat resmi seperti upacara bendera dan sidang paripurna DPRD hingga sederet acara hiburan lainnya,” ungkap Erham di ruang kerjanya belum lama ini.
Ia juga menambahkan, untuk lebih menambah semarak pelaksanaan kegiatan bernuansa keagamaan tersebut, sebelumnya akan dilaksanakan sejumlah lomba seperti lomba azan, lomba mewarnai, lomba busana muslim hingga lomba dai cilik bagi seluruh warga Kota Samarinda, khususnya kelompok anak-anak dan remaja.
Untuk memberi kesempatan lebih bagi para peserta, kata Erham, kegiatan lomba akan dibagi dua wilayah. Pertama 11 Januari 2012 di Masjid Istiqlal Loa Bakung. Kemudian dengan agenda kegiatan yang sama pada hari berikutnya, digelar lomba di Masjid Agung Pelita.
Kelompok umur untuk masing-masing lomba, yakni azan usia 7-14 tahun, mewarnai untuk kategori A usia 4-6 tahun dan kategori B usia 7-9 tahun, busana muslim usia 5-10 tahun, serta dai cilik usia 4-10 tahun. Persyaratan lain, peserta lomba membawa rekomendasi dari masjid, TK/TPA.
Pelaksanaan di kedua Masjid Istiqlal dan Agung Pelita merupakan babak penyisihan, sementara grand final digelar di Masjid Islamic Center pada 14 Januari, dengan mengambil 30 pemenang untuk lomba mewarnai pada masing-masing kategori, 10 pemenang lomba dai cilik, 10 pemenang lomba azan, dan 15 pemenang lomba busana muslim masing-masing kategori putra dan putri, pada babak penyisihan sebelumnya. (hms3/ran)
sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=122106
”Tablig akbar ini sengaja dikemas sebagai salah satu bentuk syiar agama, khususnya dalam peringatan hari jadi kota dan Pemkot Samarinda tahun ini, selain sejumlah agenda lain baik yang bersifat resmi seperti upacara bendera dan sidang paripurna DPRD hingga sederet acara hiburan lainnya,” ungkap Erham di ruang kerjanya belum lama ini.
Ia juga menambahkan, untuk lebih menambah semarak pelaksanaan kegiatan bernuansa keagamaan tersebut, sebelumnya akan dilaksanakan sejumlah lomba seperti lomba azan, lomba mewarnai, lomba busana muslim hingga lomba dai cilik bagi seluruh warga Kota Samarinda, khususnya kelompok anak-anak dan remaja.
Untuk memberi kesempatan lebih bagi para peserta, kata Erham, kegiatan lomba akan dibagi dua wilayah. Pertama 11 Januari 2012 di Masjid Istiqlal Loa Bakung. Kemudian dengan agenda kegiatan yang sama pada hari berikutnya, digelar lomba di Masjid Agung Pelita.
Kelompok umur untuk masing-masing lomba, yakni azan usia 7-14 tahun, mewarnai untuk kategori A usia 4-6 tahun dan kategori B usia 7-9 tahun, busana muslim usia 5-10 tahun, serta dai cilik usia 4-10 tahun. Persyaratan lain, peserta lomba membawa rekomendasi dari masjid, TK/TPA.
Pelaksanaan di kedua Masjid Istiqlal dan Agung Pelita merupakan babak penyisihan, sementara grand final digelar di Masjid Islamic Center pada 14 Januari, dengan mengambil 30 pemenang untuk lomba mewarnai pada masing-masing kategori, 10 pemenang lomba dai cilik, 10 pemenang lomba azan, dan 15 pemenang lomba busana muslim masing-masing kategori putra dan putri, pada babak penyisihan sebelumnya. (hms3/ran)
sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=122106
Langganan:
Postingan (Atom)