Kamis, 05 Januari 2012

Terkait Genangan Air di Beberapa Titik

SAMARINDA – Intensitas curah hujan di Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir ini cukup tinggi dan sempat menimbulkan beberapa titik tergenang. Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail mengimbau seluruh warga agar bisa bersabar dalam menghadapi kondisi tersebut. Sejauh ini pemerintahmenurut Wawali, bukannya tinggal diam, melainkan sudah mengupayakan langkah-langkah penanggulangan normalisasi drainase dalam kota, termasuk pula optimalisasi polder melalui pembersihan lumpur yang mengendap.
“Namun upaya ini tentu belum maksimal bila tidak dibarengi dengan kesadaran warga dalam ikut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Khususnya dalam menjaga kelancaran aliran parit maupun selokan agar tidak sampai terjadi penyumbatan oleh sampah-sampah yang menumpuk di dalamnya,” imbuh Wawali.
Ia juga berharap dalam menghadapi kondisi seperti saat ini akan tumbuh semangat gotong royong di tengah masyarakat terhadap kepedulian menjaga lingkungan, salah satunya melalui program Hijau Bersih dan Sehat (HBS). Selain itu, Wawali juga berharap adanya komponen yang memang berperan untuk bersama menanggulangi masalah banjir itu di Samarinda. Termasuk di antaranya kepatuhan dunia usaha, kesadaran masyarakat, dan tak lepas dari peran pemerintah yang terus melakukan pembinaan terhadap dua komponen tadi.
Begitu juga terhadap persoalan galian tambang, Nusyirwan menyebut pemerintah sejauh ini tidak segan-segan mencabut izin tambang yang memang terbukti tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, berkaitan dengan program pengendalian banjir di Samarinda pada 2012, Kepala Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda, Dadang Erlangga menyebut sejauh ini telah dipersiapkan beberapa kegiatan baik melalui serapan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim maupun langsung dari APBD Kota Samarinda.
”Melalui pemerintah provinsi cakupan kegiatannya meliputi perbaikan sistem Sungai Karang Mumus, Sungai Karang Asam Besarm dan Loa Bakung. Kegiatan ini sifatnya langsung dikerjakan sendiri oleh pemerintah provinsi,” jelas Dadang.
Sementara dari APBD Samarinda dalam program penanggulangan banjir telah teralokasi sejumlah kegiatan normalisasi beberapa sungai, seperti sungai Lempake sebesar Rp 179,4 juta, Sungai Siring Rp 182,2 juta, Lempake Jaya Rp 177,4 juta dan Muang Dalam Rp 178,8 juta.
”Sedangkan untuk wilayah dalam kota sub sistem pengendalian banjir akan dilakukan pada beberapa titik lokasi yaitu Jalan Sentoso, A Yani, Gelatik, dan Remaja dengan alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp 5 miliar,” ujarnya.
Ditambahkan dengan beberapa kegiatan normalisasi drainase, pembersihan polder hingga pengadaan mobil pengisap lumpur, studi kelayakan pengendalian banjir dalam kota (kanalisasi) dan inventarisasi kerusakan dan sedimentasi dalam kota. (hms8/3/ran)

sumber : http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=122202

Tidak ada komentar:

Posting Komentar